Pengeluaran Cloud Membengkak? Coba 7 Strategi Cloud Cost Optimization Ampuh Ini

Salah satu hal yang membuat cloud dipilih adalah kepraktisannya! Layanan bisa diaktifkan kapan saja, skalanya fleksibel, dan Anda tak perlu repot mngurus infrastruktur fisik. Akan tetapi, justru karena terlalu mudah, banyak perusahaan tak sadar sudah “kecolongan biaya” dari pemakaian cloud yang tidak terkontrol.
Layanan tetap berjalan di balik layar, data terus mengalir, dan sebelum sadar… boom! Tagihan cloud membengkak. Itulah mengapa cloud cost optimization jadi sangat penting. Tanpa strategi yang matang, pengeluaran cloud bisa menjadi beban tak terduga yang menggerogoti anggaran IT Anda secara perlahan.

Apa Sebenarnya Cloud Cost Optimization?

Apa Sebenarnya Cloud Cost Optimization?

Cloud cost optimization adalah strategi untuk mengelola dan menekan biaya layanan cloud tanpa mengorbankan performa atau kualitas layanan. Tujuannya bukan sekadar soal menghemat pengeluaran, tetapi memastikan setiap rupiah yang Anda keluarkan di cloud benar-benar memberikan nilai maksimal.
Caranya bisa beragam, mulai dari menghentikan instance yang tidak digunakan, mengatur ulang arsitektur yang boros, hingga memilih sumber daya cloud yang paling efisien sesuai kebutuhan bisnis Anda.

Kenapa Pengeluaran Cloud Bisa Membengkak Tanpa Disadari?

Tanpa pengelolaan yang tepat, pengeluaran cloud bisa membengkak dengan cepat, bahkan untuk layanan yang jarang atau tidak digunakan sama sekali.
Dengan strategi cloud cost optimization, perusahaan bisa:
• Menyesuaikan pengeluaran dengan kebutuhan nyata
• Menjaga performa aplikasi tetap optimal
• Memastikan kepatuhan dan keamanan tetap terjaga
• Menghindari pemborosan anggaran IT
Jadi, cloud cost optimization bukan cuma soal memotong biaya, tetapi untuk membuat keputusan cloud yang lebih cerdas, efisien, dan berdampak langsung ke produktivitas dan profitabilitas bisnis Anda.

Manfaat Nyata yang Bisa Didapat dari Optimasi Cloud

Manfaat Nyata yang Bisa Didapat dari Optimasi Cloud

Mengimplementasikan strategi cloud cost optimization tidak hanya berdampak pada penghematan, tetapi juga membawa banyak keuntungan lain untuk keberlangsungan bisnis. Berikut manfaat yang bisa Anda rasakan.

1. Hemat Biaya Secara Signifikan

Menghapus resource yang tidak digunakan atau berlebihan bisa memangkas pengeluaran cloud secara drastis. Hasilnya anggaran bisa dialihkan ke inisiatif yang lebih strategis.

2. Efisiensi Operasional Lebih Tinggi

Dengan pemanfaatan sumber daya yang tepat, sistem berjalan lebih lancar dan efisien. Tim IT pun bisa lebih fokus pada pengembangan dan inovasi, bukan sekadar urusan maintenance.

3. Perencanaan Anggaran Lebih Akurat

Visibilitas yang lebih jelas terhadap penggunaan cloud membantu perusahaan menyusun estimasi biaya dengan lebih tepat dan terencana.

4. Performa Layanan Makin Optimal

Optimalisasi bukan berarti mengorbankan kualitas. Sebaliknya, strategi yang tepat bisa mendorong performa aplikasi dan sistem ke level yang lebih baik.

5. Risiko Keamanan Berkurang

Resource yang tak terpakai atau tak terpantau bisa jadi celah keamanan. Dengan strategi cost optimization, potensi risiko ini bisa ditekan sejak awal.

6. Mendukung Business Continuity

Pengelolaan cloud yang efisien memastikan layanan tetap berjalan stabil, bahkan saat menghadapi lonjakan trafik atau gangguan sistem.

7. Lebih Ramah Lingkungan

Dengan penggunaan resource dan energi yang lebih efisien, perusahaan ikut berkontribusi pada sustainability dan pengurangan jejak karbon.
Baca Juga: Cek 101 Fakta Containerization:Kunci Modernisasi Aplikasi dan Efisiensi Bisnis

Contoh Nyata: Bagaimana Perusahaan Menghemat Lewat Cloud Optimization

Penerapan cloud cost optimization bukan hanya teori, banyak perusahaan dari berbagai industri sudah membuktikan manfaat nyatanya. Berikut tiga contoh sukses bagaimana strategi ini mampu memangkas biaya sekaligus meningkatkan performa layanan.

Arabesque AI: Hemat Biaya Server Hingga 75%

Arabesque AI adalah perusahaan manajemen aset yang memanfaatkan kecanggihan AI untuk menyusun strategi investasi yang fleksibel dan efisien. Dalam prosesnya, mereka membutuhkan kapasitas komputasi tinggi untuk pelatihan model AI yang intensif.
Untuk menekan biaya, Arabesque AI menerapkan cloud cost optimization dengan memanfaatkan preemptible instances di Google Kubernetes Engine (GKE), serta layanan pay-as-you-go seperti Cloud Functions dan Cloud Run.
Hasilnya biaya server berkurang hingga 75 persen, sambil meningkatkan kemampuan analisis data hingga 10 kali lipat.

Current: Startup Fintech Pangkas Biaya Cloud 60%

Current adalah startup fintech yang menyediakan kartu debit dan aplikasi keuangan khusus remaja. Seiring pertumbuhan pengguna harian yang menembus angka 25.000, mereka mulai mengalami kendala skalabilitas dan monitoring.
Solusinya adalah migrasi ke Google Cloud lalu menerapkan containerization lewat Google Kubernetes Engine. Dengan optimalisasi ini, mereka berhasil:
• Mempercepat pengembangan aplikasi hingga 400 persen
• Mengurangi waktu penyelesaian error 80 persen lebih cepat
• Menurunkan biaya cloud hingga 60 persen

Apxor: Efisiensi Infrastruktur Naik, Hemat Biaya 30%

Apxor adalah platform zero-code yang membantu pengembang meningkatkan UX aplikasi mobile berbasis data. Sebelum pindah ke Google Cloud, Apxor mengalami kendala terkait bandwidth dan deployment.
Setelah beralih, mereka menggunakan Compute Engine untuk hosting database, Dataflow untuk pemrosesan data, dan TensorFlow untuk aplikasi Machine Learning. Dengan strategi cloud cost optimization ini, Apxor berhasil:
• Menghemat biaya infrastruktur hingga 30 persen
• Memproses 1,5 miliar data setiap hari
• Memberi lebih banyak waktu bagi tim DevOps untuk fokus ke inovasi produk

7 Langkah Praktis untuk Optimalkan Biaya Cloud

Nah, mengelola biaya cloud bukan tugas sekali jalan, dibutuhkan pendekatan berkelanjutan dan strategi yang matang. Berikut tujuh best practice utama yang bisa membantu Anda mengontrol pengeluaran tanpa mengorbankan performa.

1. Review Biaya & Billing

Pantau tagihan cloud secara berkala untuk mendeteksi pola pengeluaran, anomali, dan layanan yang boros. Gunakan tools otomatis seperti heat mapping, alert system, dan strategi tagging agar monitoring lebih efektif dan akurat.

2. Tetapkan Anggaran yang Jelas & Terkontrol

Kolaborasikan tim IT dan finance untuk menetapkan budget yang realistis, lengkap dengan batas KPI. Anggaran yang berbasis data membantu pengambilan keputusan yang lebih bijak dan terukur.

3. Bangun Aplikasi dengan Desain Cloud-Native

Aplikasi cloud-native bisa memanfaatkan fitur seperti autoscaling dan layanan terkelola. Hindari pendekatan lift-and-shift yang sering kali malah membuat biaya membengkak.

4. Identifikasi Resource yang Idle atau Tidak Terpakai

Instance, storage, atau layanan yang tidak aktif tetap bisa menyedot biaya. Gunakan monitoring tools untuk mendeteksi resource yang tak digunakan dan segera hentikan atau hapus.

5. Lakukan Rightsize Layanan

Sesuaikan kapasitas instance, storage, dan layanan lainnya berdasarkan pola penggunaan nyata. Kombinasikan dengan autoscaling agar performa tetap stabil dan biaya tetap efisien.

6. Tekan Biaya Transfer Data

Transfer antar region atau layanan dalam cloud bisa sangat mahal. Kurangi frekuensinya, gunakan deduplikasi dan kompresi data, serta hindari redundansi yang tidak perlu.

7. Bangun Budaya FinOps: Edukasi & Kolaborasi

Bentuk tim FinOps (gabungan IT dan finance), lakukan pelatihan rutin, bagikan best practice, dan tingkatkan komunikasi lintas tim agar budaya penghematan cloud tertanam kuat di organisasi.

Tertarik Belajar Lebih Jauh? Mulai Bersama iCCom

Di era digital yang makin kompetitif, cloud cost optimization bukan lagi pilihan tetapi kebutuhan. Dengan strategi yang tepat, Anda bisa memangkas pengeluaran cloud, meningkatkan performa sistem, dan membuat keputusan berbasis data yang lebih cerdas.
Melalui iCCom (Indonesia Cloud Community), Anda bisa mempelajari berbagai pendekatan praktis untuk mengoptimalkan biaya cloud, khususnya yang relevan dengan konteks bisnis di Indonesia. Mulai dari diskusi teknis, studi kasus nyata, hingga tips efisiensi untuk startup maupun enterprise semua bisa Anda temukan di sini.

Kenapa Harus Gabung dengan iCCom?

iCCom adalah komunitas terbuka bagi para profesional cloud di Indonesia, mulai dari CTO, developer, IT admin, hingga pemula yang ingin belajar lebih dalam soal cloud computing.
Dengan bergabung, Anda bisa menikmati:
• Akses gratis ke webinar, bootcamp, dan pelatihan teknis
• Diskusi komunitas dengan praktisi cloud dari berbagai industri
• Insight langsung dari para ahli dan pelaku industri
• Kesempatan networking dengan sesama pegiat cloud di Indonesia
Bergabung sekarang dan jadilah bagian dari komunitas cloud terbesar di Indonesia. Temukan wawasan baru, perluas koneksi, dan bawa efisiensi cloud ke level berikutnya. Hubungi kami melalui link berikut!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Write Your Own Article!